Breaking News
Home / Berita / Kemenag Bireuen bekerjasama Kampus IAI Almuslim Aceh Gelar Bimbingan Pranikah Bagi Usia Remaja

Kemenag Bireuen bekerjasama Kampus IAI Almuslim Aceh Gelar Bimbingan Pranikah Bagi Usia Remaja

Bireuen (Ilham syahputra) – Seksi Bimas Kemenag Bireuen berkerjasama dengan kampus IAI Almuslim Aceh Bireuen pada kamis (05/12/2019) mengadakan acara Bimbingan Pra-Nikah Bagi Usia Remaja yang dilaksanakan selama satu hari penuh di IAI Almuslim Aceh, Paya Meuneng, Bireuen.

Acara yang diikuti oleh 50 dari kalangan Mahasiswa IAI Almuslim dari berbagai Jurusan yang ada di kampus, turut hadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Drs. H. Zulkifli Idris,M.Pd, staf Bimas Islam, serta Pihak Kampus IAI Almuslim Aceh.

Saat membuka acara, Kepala Kantor menjelaskan bahwa Kementerian Agama Bireuen melalui Seksi Bimasnya berusaha mengadakan kegiatan-kegiatan yang langsung terjadi di tengah-tengah masyarakat, salah satunya adalah kegiatan bimbingan pranikah Bagi usia Remaja bagi Mahasiswa.

“Kegiatan Bimbingan PraNikah bagi Usia Remaja ini sangat penting dalam rangka memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pernikahan agar pada saatnya nanti para peserta memiliki bekal yang kuat saat menikah,” terangnya.

Lebih lanjut Kepala Kantor juga menyampaikan tentang terbitnya undang undang nomor 16 tahun 2019 adalah merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah terhadap undang undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Terbitnya undang undang nomor 16 tahun 2019 adalah upaya pemerintah dalam rangka melindungi perkawinan yang sah dari hal hal yang tidak diinginkan. Dengan diberlakukannya undang undang nomor 16 tahun 2019 batas usia yang diizinkan untuk menikah yang sebelumnya pada udang undang nomor 1 tahun 1974 adalah bagi laki laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun menjadi usia 19 tahun bagi laki laki dan perempuan. dalam undang undang nomor 16 tahun 2019 juga mengatur apabila terdapat penyimpangan dalam hal ketentuan umur, maka diperlukan dispenisasi dari pengadilan agar dapat melanjutkan perkawinan.

“ Dengan terbitnya undang undang nomor 16 tahun 2019, resiko yang timbul atas perkawinan yang sah dapat diminimalisir, dan juga bagi kedua pengantin akan mendapat jaminan kepastian hukum yang lebih pasti,” pungkasnya.

Pada kegiatan ini dipaparkan materi antara lain tentang , Mempersiapkan perkawinan yang kokoh menuju keluarga SAMAWA, Perkawinan dalam pandangan kesehatan,Memilih jodoh dalam islam dan Menjadi Ibu bagi manusia. (Staf Subbag TU)

About admin

Check Also

Bupati Bireuen Meninggal, Kemenag Berduka

Bireuen (Farizal)— Sejak Minggu (19/1/2020) malam, jagat maya pemberitaan dipenuhi berita duka meninggalnya H Saifannur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *